Mengenai Saya

Foto saya
DKI Jakarta, Cibubur, Jakarta Timur, Indonesia
kedewasaan bukan suatu pilihan melainkan proses kehidupan

Selasa, 01 Februari 2011

Sebuah Penantian


Ketika kata tersimpan, yang kuinginkan hanyalah makna. Tak terbesit dalam anganku bongkahan es yang menjelma salju. Aku hanya bisa diam dalam satu kata, terperanjak akan kesalahan yang kian membelalak mata. Kehidupan dimulai dengan senyuman yang kian lebar hingga sampai pada suatu makna… kehidupan itu ada, kebahagiaan itu tersaring indah bak sang raja bunga yang kian terhalang sang mentari indah di luar sana. Hanya waktu yang akan mengakhirimu sang raja diam, hanya pusaran air yang ada disekelilingmu sang raja malam, namun ku tetap terdiam… menunggu kesibukan bahasa yang menghiasi indahnya cakrawala. Apa arti semua kebahagian tanpa senyuman yang dihiasi rupa sang malam..  sampaikanlah kerinduan sang bulan yang mendampingi malam yang terang.. juga sang bintang yang hendak menggeliat di balik rupamu awan. Hanya doa yang bisa ku panjatan untuk kesembuhanmu sang embun yang terus menghiasi paginya yang rupawan. ^_^

Ketika Air Mata Terjatuh

Ketika Air Mata Terjatuh

Saat ku berjalan sambil menoleh kebelakang yang kurasakan hanyalah sakit... Hati ini seakan tersayat ketika ku mengingatnya.. mengingat sesuatu yang sama sekali tak ingin ku ingat. Ketika ku bertanya pada hatiku, yang ku inginkan adalah kembali ke masa lalu.. Merubahnya menjadi sesuatu yang tak ku ragukan lagi.. beberapa tahun lalu aku menginginkannya hadir dalam setiap mimpi indahku.. tapi kini,,, dia telah meninggalkanku untuk selamanya... takkan kurasakan lagi canda tawa yang menghiasi keindahan wajahnya.. sudah hampir 4 tahun kulalui hari-hariku tanpa kehadirannya.. terakhir waktuku yang kulalui bersamanya adalah saat sharing kepadanya tentang akhir dari kehidupan dunia.. yang sempat dikatakannya kepadaku adalah...... semua orang di dunia ini pasti akan merasakan "kehilangan dan kematian".......... terjatuh air mataku ketika mendengar pernyataannya... sungguh... dia seseorang yang ku sayangi dan takkan pernah ku lupakan dalam hidupku..

Minggu, 30 Januari 2011

tentang kehidupan

Tentang Kehidupan

aku bukan seorang pandai yang bisa mengubah dunia dengan keabadian
aku bukan seorang yang berpengaruh yang bisa menyihir dunia dengan kesempatan
aku bukan manusia yang hendak memperhitungkan malam
tapi aku adalah manusia yang penuh dengan replika kehidupan


setiap detik ku lalui dengan lafasMu Tuhan
setiap menit ku lalui dengan batasanMu Tuhan
setiap jam ku lalui dengan karuniamu Tuhan
tiada yang bisa ku balas selain mengabdikan hidupku
duniaku adalah milikMu
nafasku adalah kesempatan hidupku


bagai sungai yang indah
mengalir lembut dalam kesejukan embun
itulah kehidupan yang ku impikan
tenang... damai...dan menyejukkan pikiran


aku hanya bisa berkata pada hatiku
kesempatan dunia tak kan pernah terulang lagi
alam ini...
bumi ini...
nafas ini..
hidup ini..
hanya ada satu kali
dan akan ku abdikan hanya untukMu Tuhan...





Sabtu, 29 Januari 2011

Hijaumu yang hilang


Hijaumu yang Hilang

       Alamku, kemana karismamu saat ini?? Alamku apa yang dapat ku perbuat untuk mengembalikan semua yang layak untukmu. Lingkungan dapat dikatakan sebagai suatu hal yang sangat dekat dengan urat nadi manusia. Lingkungan lebih dekat daripada hiruk pikuk hembusan angin senja. Hari ini, detik ini, dan menit ini, apa yang sekarang terjadi padanya??? Apa derita yang sedang dihadapinya?? Hanya kotoran, polusi, dan kesemerautan yang menimpamu saat ini. Hijaunya pepohonan, kini telah tergantikan dengan mewahnya gedung pencakar langit yang menggeser daerah resapanmu. Kini kau sangat menderita, Ya menderita karena keegoisan kami para manusia. 
    Beberapa puluh tahun yang lalu, ketika lautanmu masih sebersih mutiara, wajahmu masih sehijau khatulistiwa, kau sangat indah merona tetapi saat ini wajahmu telah bercampur dengan kesemerautan kota akibat kegelapan tingkah laku manusia. Lahan yang tak berdosa telah menjadi korban kebusukan sikap para manusia yang tidak bertanggung jawab. Salah satu contoh adalah kabupaten Biak Numfor yang ada di propinsi Papua. Pulau nan indah ini terletak di utara daratan Papua. Wilayah kabupaten yang berpenduduk 100 ribu jiwa lebih ini tersebar di 10 distrik, dengan luas total 2 ribu km persegi. Pada awalnya sekitar 92% lahan yang ada berupa hutan lebat tetapi sekarang, apa yang terjadi??? Lahan hutan tak berdosa disihir menjadi perumahan dan penginapan yang bernilai ekonomis tinggi. Semua itu terjadi karena keserakahan kami para manusia. Sebagai salah satu fakta, Dinas Kehutanan mencatat seluas 17 ribu hektar lebih di Biak Numfor berubah menjadi lahan kritis dan tidak produktif. Dua tahun kemudian, luas lahan kritis itu meningkat 300%, menjadi 60 ribu hektar lebih. Sekali lagi itu semua karena ulah kami para manusia yang membuangmu tidak berguna. Wahai manusia, sadarkah kalian dengan perbuatan yang merusak alam tak berdosa ini. Bahkan, hijau alam ini sama sekali tidak bersalah terhadap hidup kalian tetapi kalian malah merusaknya dengan bermacam-macam kegiatan yang hanya mengutamakan keegoisan sesaat. 
       Wahai manusia, peliharalah alam tak berdosa ini yang menjadi nafas dan urat nadi hidupmu, baik sekarang maupun beratus-ratus tahun yang akan datang. Bangunlah kesadaran dirimu untuk memelihara alam tak berdosa ini karena alam ini bukan warisan dari nenek moyang kita melainkan titipan dari anak cucu kita.

Potret wajahmu saat ini


Potret wajahmu berpuluh tahun lalu