Mengenai Saya

Foto saya
DKI Jakarta, Cibubur, Jakarta Timur, Indonesia
kedewasaan bukan suatu pilihan melainkan proses kehidupan

Minggu, 30 Januari 2011

tentang kehidupan

Tentang Kehidupan

aku bukan seorang pandai yang bisa mengubah dunia dengan keabadian
aku bukan seorang yang berpengaruh yang bisa menyihir dunia dengan kesempatan
aku bukan manusia yang hendak memperhitungkan malam
tapi aku adalah manusia yang penuh dengan replika kehidupan


setiap detik ku lalui dengan lafasMu Tuhan
setiap menit ku lalui dengan batasanMu Tuhan
setiap jam ku lalui dengan karuniamu Tuhan
tiada yang bisa ku balas selain mengabdikan hidupku
duniaku adalah milikMu
nafasku adalah kesempatan hidupku


bagai sungai yang indah
mengalir lembut dalam kesejukan embun
itulah kehidupan yang ku impikan
tenang... damai...dan menyejukkan pikiran


aku hanya bisa berkata pada hatiku
kesempatan dunia tak kan pernah terulang lagi
alam ini...
bumi ini...
nafas ini..
hidup ini..
hanya ada satu kali
dan akan ku abdikan hanya untukMu Tuhan...





Sabtu, 29 Januari 2011

Hijaumu yang hilang


Hijaumu yang Hilang

       Alamku, kemana karismamu saat ini?? Alamku apa yang dapat ku perbuat untuk mengembalikan semua yang layak untukmu. Lingkungan dapat dikatakan sebagai suatu hal yang sangat dekat dengan urat nadi manusia. Lingkungan lebih dekat daripada hiruk pikuk hembusan angin senja. Hari ini, detik ini, dan menit ini, apa yang sekarang terjadi padanya??? Apa derita yang sedang dihadapinya?? Hanya kotoran, polusi, dan kesemerautan yang menimpamu saat ini. Hijaunya pepohonan, kini telah tergantikan dengan mewahnya gedung pencakar langit yang menggeser daerah resapanmu. Kini kau sangat menderita, Ya menderita karena keegoisan kami para manusia. 
    Beberapa puluh tahun yang lalu, ketika lautanmu masih sebersih mutiara, wajahmu masih sehijau khatulistiwa, kau sangat indah merona tetapi saat ini wajahmu telah bercampur dengan kesemerautan kota akibat kegelapan tingkah laku manusia. Lahan yang tak berdosa telah menjadi korban kebusukan sikap para manusia yang tidak bertanggung jawab. Salah satu contoh adalah kabupaten Biak Numfor yang ada di propinsi Papua. Pulau nan indah ini terletak di utara daratan Papua. Wilayah kabupaten yang berpenduduk 100 ribu jiwa lebih ini tersebar di 10 distrik, dengan luas total 2 ribu km persegi. Pada awalnya sekitar 92% lahan yang ada berupa hutan lebat tetapi sekarang, apa yang terjadi??? Lahan hutan tak berdosa disihir menjadi perumahan dan penginapan yang bernilai ekonomis tinggi. Semua itu terjadi karena keserakahan kami para manusia. Sebagai salah satu fakta, Dinas Kehutanan mencatat seluas 17 ribu hektar lebih di Biak Numfor berubah menjadi lahan kritis dan tidak produktif. Dua tahun kemudian, luas lahan kritis itu meningkat 300%, menjadi 60 ribu hektar lebih. Sekali lagi itu semua karena ulah kami para manusia yang membuangmu tidak berguna. Wahai manusia, sadarkah kalian dengan perbuatan yang merusak alam tak berdosa ini. Bahkan, hijau alam ini sama sekali tidak bersalah terhadap hidup kalian tetapi kalian malah merusaknya dengan bermacam-macam kegiatan yang hanya mengutamakan keegoisan sesaat. 
       Wahai manusia, peliharalah alam tak berdosa ini yang menjadi nafas dan urat nadi hidupmu, baik sekarang maupun beratus-ratus tahun yang akan datang. Bangunlah kesadaran dirimu untuk memelihara alam tak berdosa ini karena alam ini bukan warisan dari nenek moyang kita melainkan titipan dari anak cucu kita.

Potret wajahmu saat ini


Potret wajahmu berpuluh tahun lalu