Mengenai Saya

Foto saya
DKI Jakarta, Cibubur, Jakarta Timur, Indonesia
kedewasaan bukan suatu pilihan melainkan proses kehidupan

Sabtu, 21 Juli 2012

"Best Friend Forever” Sahabat????


Part I
Perkenalan diri
       Halo, namaku Putriana, biasanya aku di panggil Ana. Aku anak ke-3 dari 3 bersaudara. Umurku 13 tahun, dan aku duduk di kelas 8 smp. Mungkin aneh bagi kalian karena aku mengawali novel ini dengan kata “halo”, tapi inilah kebiasaanku selalu mengawali apapun dengan kata “halo”.
        Ibuku pernah mengatakan “jannganlah pernah mencontek pada saat ulangan”. “mencontek”??? itu tantangan besar bagiku. bukannya aku sombong, tapi aku memang tidak pernah mencontek. Bertanya saja kepada teman aku tidak pernah, apa lagi mencontek. Bertanya kepada teman? Itu masalahnya. Dari dulu aku selalu di jauhi teman.
         Nama kakak pertamaku adalah Ladyana, dan kakak keduaku adalah Ricky. Umur kami bertiga hanya beda 2 sampai 3 tahun saja. Aku dan kakak-kakakku beda banget. Kak Lady yang cantik, berkulit putih, tinggi, berhidung mancung, langsing, dan perfect banget. Abang Ricky yang ganteng, tinggi, berkulit putih, berhidung mancung, berbadan bagus, dan perfect banget. Sedangkan aku? Aku, berkulit agak sawomatang, berhidung agak pesek, dan kurang tinggi, rasanya aku iri banget sama kakak-kakakku. Aku yang mengambil kulit ayahku, mengambil tinggi dan hidung dari mamaku. Aku dan kakakku beda jauh banget, kak Lady yang selalu dikerumbunin anak perempuan, dan bang Ricky yang mempunyai geng yang baik, membuatku iri terhadap mereka.
      
         Paginya, saat aku masuk kelas, ada kerumunan anak perempuan yang kayaknya lagi ngomongin aku.
“kalian tau gak, Ana kemarin bikin ulah lagi.” kata Vifa musushku di sekolah.
“oh,ya? Bikin ulah apaan?”Tanya salah satu teman Vifa.
“masa sih lo pada gak tau? Kemarin Ana habis bertengkar sama kakak kelas kita” kata Vifa
“emang siapa kakak kelas kita yang bertengkar sama Ana?” Tanya salah satu teman Vifa.
“kak Monic, mereka bertengkar cuma gara-gara hal sepele” kata Vifa.
Vifa bilang kemarin hal sepele? Yang benar saja. Kemarin itu, Monic hampir menabrakku dengan mobilnya. Jelas aku marah, karena itu aku bisa kehilangan nyawaku. Tapi, untungnya saja kemarin bukan hari kematianku, jadi aku masih selamat.
            Saat bel istirahat, aku ke kantin hanya bersama tubuhku saja. Kulihat banyak sekali orang yang sedang makan bersama teman-temannya. Uuuhh… rasanya aku iri sekali melihat mereka. Tiba-tiba ada seseorang yang menyampariku.
“hai, Ana. Lo duduknya sendirian aja, gue duduk disini ya” ternyata Sinta, huuhh… mengagetkan saja. Untuk apa dia ingin duduk bersamaku? Apa dia ingin pamer lagi seperti kemarin?
“oh, ya Ana. Papi aku kemarin habis beliin aku jam baru nih. Bagus gak? Aku sih sebenarnya gak maunbeli jam lagi, soalnya jam aku yang lain udah banyak banget. Tapi, udah dibeliin, ya mau gimana lagi terpaksa deh aku pake sekolah” kata Sinta. Tuh kan benar. Dugaanku 100% benar.
“iya bagus kok. Kenapa kamu gak minta beliin HP baru aja? Merk HP kamu udah ketinggalan jaman, modelnya juga udah gak banget. Sekarang tuh lagi jamannya HP blackberry, kenapa gak beli itu aja” balasku.
“i..iya, nan...nanti aku mau... minta beiin kok...”jawabnya dengan nada tertitah titah.
Sebaiknya aku tinggalkan Sinta saja, daripada nantinya telingaku sendiri yang terbakar karena mendengar dia pamer terus.
            Sejujurnya saja, aku sudah tidak tahan sekolah disini. Rasanya sekolahku adalah nerakaku, karena disini aku seperti seseorang yang tidak berguna dan terus dipermainkan.
Sepertinya aku harus minta kepada ayahku untuk pindah sekolah.  
 












Part II
Teman yang menyebalkan
        Di depan gerbang sekolah, ada Vifa and geng.
“sombong banget sih lo, maen nyelonong aja” katanya.
“jangan di ambil hati vif, namanya juga anak yang gak tau sopan santun, kayak gini nih sifatnya” kata sisi, salah satu anggota gengnya.
“dasar anak gak tau diri, disini ada kakak kelasnya. Bukannya kasih salam gitu, ini malah maen nyelonong” kata kakak kelasku yang salah satu anak di geng nya vifa.
Rasanya aku pengen meledak, aku langsung nyamperin mereka.
“hai teman-temanku, yang sangat aku benci. Dan hai juga kakak kelasku yang sok jadi kakak kelas. Puaskan aku kasih sapa dan salam. Lagian bilang aja kalo mau di kasih sapa dan salam dari gue, gak perlu ngata-ngatain gue kayak gitu. Lagipula, untuk apa gue ngasih sapa dan salam sama orang yang gak pernah ngehargain orang lain? ” balasku dengan nada sedikit mengejek.
“heh, lo jadi anak belagu banget sih” kata vifa sambil mendorong ku.
“heh, emang lo pikir lo siapa, bisa seenaknya sama gue. Lo piker gue takut sama lo?”balas ku sambil mendorongnya juga dengan nada lebih keras darinya. Tiba-tiba ada yang menarik ku dari belakang. Ternyata kak Lady.
“hei, sudah. Jangan bikin malu dirimu sendiri” bisik kak Lady, sambil membawaku ke mobil.
“mengapa kak Lady yang menjemputku? Bukannya kak Lady sedang kuliah? Lalu, kemana ayah? Mengapa ayah tidak menjemputku?”
“sudah bikin malu, masih sempatnya kau bertanya seperti itu? Kalau kau tidak mau aku jemput, turunlah dari mobilku” jawab kak Lady dengan nada sedikit marah. Akhirnya aku diam  sampai kami tiba di rumah.
        Setiba di rumah, kak Lady langsung mengadukan kejadian tadi disekolah.
“mama, tadi Ana disekolah bertengkar tuh” adu kak Lady.
“bertengkar? Kayak anak kecil saja” ejek bang Ricky.
“sudah, mengapa kamu bertengkar Ana? Bertengkar dengan siapa? Kamu tau kan bertengkar itu tidak baik?” nasihat mama.
“iya, ma. Tadi temanku mengejekku” bela ku.
“siapa yang mengejekmu?” Tanya mama.
“Vifa dan teman-temannya, ma. Tadi dia mengejekku kalau aku adalah anak yang gak tau sopan santun, padahal mama kan sering mengajariku tentang sopan santun, dan....”
“sudah Ana, kalau mereka mengejekmu terus jangan di dengar. Anggap saja angin lalu” potong mama.
       Huh. Mana bisa aku menganggap itu angin lalu. Setiap hari mereka mengatakan itu terus padaku. Menyebalkan. Gara-gara mereka mengatakan itu terus padaku, sekarang tidak ada sama sekali teman yang mau berteman denganku. Sepertinya aku harus meminta kepada ayah dan mama kalau aku harus pindah sekolah.
       Setelah makan malam, kak lady dan bang ricky ke atas, mama dan ayah sedang diruang keluarga, aku mendekati mereka.
“mama, ayah. Ana ingin pindah sekolah. Apa mama dan ayah mengijinkan Ana pindah sekolah?” pintaku
“pindah sekolah? Untuk apa kamu pindah sekolah, Ana?”Tanya mama
“iya, Ana. Mengapa tiba-tiba kamu ingin pindah sekolah, sayang?”Tanya ayah
“di sekolah, banyak teman-temanku yang meledekku. Mereka terus membenciku, sampai-sampai disekolah aku selalu sendiri, tidak punya teman” aduku
“kalau begitu, kamu bisakan maju sendirian meskipun tanpa teman? Buktikanlah kepada mereka, kalau kamu bisa tanpa mereka. Buktikanlah kepada mereka, Ana!!!” kata ayah sambil menyemangatiku.
“tapi yah…ana gak tahan kalau terus diledek kayak gitu, apalagi sama teman-temanku. ana gak tahan yah… ana janj yah kalau ana pindah sekolah, ana akan ngebanggain ayah sama mama. Ana janji yah… please yah…  ” pintaku
“benar ana kamu ingin pindah sekolah? Apa kamu yakin?”Tanya mama
“iya, ma. Ana janji dan ana benar-benar ingin pindah sekolah.”jawabku sambil mengacungkan dua jariku
“sudahlah yah, turuti saja yang menurut ana benar yah. Kasihan ana, apa ayah tega kalau anak kita diejek terus sama temannya?” Tanya mama kepada ayah
“baiklah, ana. Sudah ayah putuskan, kalau kamu pindah sekolah. Besok ayah akan mengurus semuanya disekolahmu. Ayah akan pindahkan kamu kesekolah dulu kak lady bersekolah”jawab ayah
“benarkah yah? Yeeessss…..!terima kasih ya yah, ayahku memang baik! Ucapku
“kalau sama mama mana…?” pinta mama
“iya, ma. Mama juga baik terima kasih ya ma…!”
“ya sudah, sekarang kamu solat isya dulu sana”pinta mama
“iya ma….”

         

Part III
Sekolah baru
       Huh! Akhirnya aku pindah sekolah juga dan terbebas juga dari viva and geng. Ini adalah hari pertama ku masuk sekolah baru. Aku sangat berharap, mudah-mudahan disekolah baruku ini aku dapat teman yang mengasikkan dan dapat dijadikan sahabat. Langkah demi langkah aku memasuki kelas baruku. Deg-degan jantungku. Duh aku harus duduk dimana nih. Mmm… disitu ada bangku kosong, ya… meskipun ada di belakang yang penting aku duduk.
      Disekolah lama banyak teman yang gak suka sama aku, tapi disini gak ada yang aku kenal. Sabar ana kamu kan anak baru, jelas gak ada yang kamu kenal. 
“hai! Kamu anak baru ya?”
“eehh… Mmm… iya” huh ia mengagetkanku
“nama aku Feliana. Aku temen sebangkumu” sambil mengulurkan tangannya kearahku
“namaku Putriana, panggil aja aku Ana”
“eh, nama kita hampir sama ya” kata feli
“apa yang sama?”tanyaku
“iihh.. masa kamu gak nyadar sih. Nama aku kan feliana, nama kamu putriana, belakangnya sama-sama ana, beda feli sama putrinya aja”jelasnya
“maaf ya, aku gak nyadar. Kamu duduk disini sendirian?”
“iya, sebelum ada kamu aku duduk sendirian. Kalo aku boleh Tanya, kamu kok bisa pindah sekolah sih, emang sekolah kamu yang lama kenapa?”
“mm… sebenarnya….”
Lalu aku menjelaskannya mengapa aku bisa pindah sekolah.
“oohh.. jadi begitu kenapa kamu pindah sekolah. Kasihan banget ya kamu, tapi kamu bener gak nyebelin kan?” ternyata feli ragu tarhadapku.
“apa kamu mau kayak musuh ku juga?”
“eh.. enggak aku gak mau jadi musuh kamu. Lalu kenapa mereka ngatain kamu anak nyebelin kalo tanpa sebab? Pasti ada sebabnya kan?”
“ jadi sebenarnya tuh aku punya abang cowok, namanya ricky. Bang ricky itu dulu disekolahku terkenal banget dan banyak dikejar-kejar sama anak-anak cewek. Tapi banyak banget cewek-cewek yang ditolak bang ricky. Dan mereka ngelampiasin kemarahannya sama aku. Dari awal aku masuk sekolah aku jadi mangsa kakak-kakak kelasku, tapi untungnya aja pas aku baru masuk sekolah bang ricky belum lulus sekolah, jadi aku masih dilindungin sama bang ricky. Sekarang bang ricky udah lulus sekolah, dan saatnya mereka terusin kemarahannya sama aku” jelasku panjang lebar. Ternyata dia hanya mengangguk.
                                                                        Part IV
Sahabat baruku

         Tiba-tiba bel sekolah bunyi. Aku baru dapat satu teman, sabar ana ini kan baru setengah jam, jadi wajar kan belum dapat banyak teman. Baru selesai bel gurunya langsung masuk? Tidak kusangaka gurunya cepat sekali datangnya, di sekolahku dulu gurunya akan masuk setelah dua puluh menit bel.
“ini guru matematika, namanya bu yanti. Meskipun dia agak galak, tapi tiap pelajaran yang di ajarin sama dia tuh selalu masuk keotak”jelas feli
“ia aku suka kok sama guru yang galak, menurut aku, guru yang galak itu sebenarnya baik, dia pengen anak muridnya disiplin, asal galaknya gak berlebihan aja”
         Sebenarnya aku suka banget sama pelajaran matematika.
“anak-anak kita sekarang belajar bab baru, yaitu bab tentang system persamaan linier dua variable. Keluarkan buku kalian masing-masing”pinta bu yanti.
         Hah! Baru belajar sampai situ? Disekolahku dulu sudah sampai lingkaran, benar-benar tertinggal. Bu yanti menyuruh mengerjakan u.k 1 setelah dia menerangkan, bukannya aku sombong, tanpa diterangkan aku sudah bisa mengerjakan soal itu karena aku pernah mengerjakannya. Hanya lima menit aku sudah selesai mengerjakannya, lalu aku duluan yang mengumpulkannya ke depan.
“saya baru pertama kali melihat kamu, kamu murid baru ya?”Tanya bu yanti
“iya bu, nama saya putriana”
“kamu sudah selesai?”
“sudah bu, ini hasil kerja saya”
Setelah bu yanti mengoreksi hasil pekerjaanku….
“kamu yang pertama mengumpulkan soal ini dan kamu mendapatkan nilai yang sempurna. Apa ini mudah untukmu? Kamu hanya mengerjakan lima menit lho”
“tidak terlalu mudah bu. Sekolah lama saya sudah pernah menjelaskan bab ini dan pernah menyuruh mengerjakan soal yang sama”jelasku
“pantas saja, kalau begitu kerjakan u.k 2”
“iya bu”
        Bel istirahatpun berbunyi. Aku kekantin bersama feli dan teman-teman feli. Dikantin, kami berkenalan, senangnya hatiku karena sudah mendapatkan kenalan teman.
“feli, ini teman baru kita, ya?” Tanya salah satu teman feli. Felipun mengangguk.
“hai! Nama aku anisa, kita tahu kok nama kamu putriana, dipanggil anakan?”tanyanya. akupun mengangguk.
“anisa jago Pkn yang susah banget lho”kata feli
“aku angel”
“angel jago bahasa inggris lho”kata feli
“aku devi”
“kalo devi jago ips”kata feli
“aku Kristie”
“Kristie jago ipa” kata feli
“kamu tahu gak ana, feli itu jago bahasa Indonesia lho, nilai bahasa indonesianya aja bagus” kata devi
“apaan sih muji banget deh” kata feli
“kayaknya kita punya keahlian masing-masing deh. Ana jago matematika, anisa jago Pkn, angel jago bahasa inggris, devi jago ips, aku jago ipa, dan feli jago bahasa Indonesia. Pas bangetkan, jadi kita bisa berbagi ilmu”kata kristie
“tapi aku kan anak baru emang kalian mau masukin aku ke geng kalian?”Tanya ku
“geng? Kita aja gak pernah kepikiran buat bikin geng” kata angel
“tapi bener juga kata ana. Kita bikin geng aja, gimana?”kata angel
“duh, aku gak mau ikut campur deh. Aku kan anak baru, aku baru aja satu hari sekolah, emang kalian gak takut kalo ternyata aku orangnya nyebelin?”kata ku
“jujur aja ya an, aku sebelumnya gak pernah ngerasa nyaman dekat sama orang yang gak pernah aku kenal kecuali teman dekat aku”kata angel  
“iya, aku juga ngerasain yang sama kayak angel. menurut aku, sebenarnya kamu tuh teman yang baik, yang pantas dijadiin sahabat”kata feli
“jadi please ya, kamu mau kan gabung di geng kita? Kita tahu kok kamu gak akan ngehianatin sahabatnya sendiri. Aku ngeliat kamu kayak ngeliat seorang sahabat sejati. Mau ya masuk ke geng kita?”pinta devi
“sebenarnya aku pindah sekolah buat nyari sahabat, soalnya disekolahku dulu gak ada yang mau jadi teman aku.”kata ku
“kita udah dengar kok cerita kamu, sewaktu kamu cerita sama feli, kita denger semuanya. Maaf ya kalo kita nguping”kata anisa
“ya udah, kalo gitu aku mau kok masuk ke geng kalian, malahan mau banget.”kata ku
“kalo gitu kita kasih nama geng kita apa?”Tanya anisa
“gimana kalo “BFF”?”usul ku
“apaan tuh “BFF”?”Tanya devi
“BFF itu Best Friend Forever” jelas ku
“ok…..”jawab semua
“kita perjanjian yuk!”kata angel
“perjanjian apa?”Tanya anisa
“kita bikin perjanjian bahwa kita akan sahabatan terus sampai maut pisahin kita semua, gimana?”usul angel
“ok…..”jawab semua
“terus gimana kalo kita bikin ciri khas BFF?”Tanya devi
“ciri khasnya apa?”Tanya feli
“gini “sahabat selamanya…..fighting”, gimana?”Tanya devi
“ok…..”jawab semua
        Menurut aku, disekolah baruku ini adalah kebahagiaan ku. Baru sehari masuk sekolah saja sudah dapat lima sahabat. Menurutku kelima sahabat ku ini adalah sahabat terbaik, meskipun aku baru sehari kenal mereka. Dan akhirnya aku punya geng sendiri yang namanya “BFF” atau Best Friend Forever. Terima kasih Ya Allah, engkau telah mendengar doaku dan engkau telah mengeluarkan aku dari penderitaanku selama ini, “Sahabat Selamanya…..Fighting”


-The end-










                                                                                                                                                           
“Best Friend Forever” 
Sahabat????
          Di sekolah Ana, Ana selalu sendirian dan tidak ada yang mau berteman dengan Ana. Banyak kakak kelas Ana yang ditolak oleh bang Ricky, tetapi semua kemarahan kakak kelas tersebut dilampiaskan kepada Ana. Mereka memfitnah Ana bahwa Ana adalah anak yang rese.
           Suatu hari, saat ayah sedang libur, Ana meminta kepada ayah dan mama untuk dipindahkan sekolah karena dia tidak tahan selalu diejek oleh teman-temannya.
           Novel ini menceritakan tentang penderitaan seorang siswi disekolah yang selalu sendiri dan kesepian juga yang selalu diejek habis-habisan oleh teman-teman disekolahnya.











                                 “Best Friend Forever”                
Sahabat????



                                    









      
                              


Dikarang oleh : HAMIDAH





Tentang pengarang

        Hamidah lahir di Jakarta, 9 november 1998. Karena ia sangat suka membaca noval, maka ia terinspirasi untuk menciptakan novel. Novel yang berjudul “Sahabat????” ini adalah novel pertamanya, meskipun jumlah halamannya sangat sedikit. Kini Hamidah masih duduk di kelas 8 SMP. Novel ini hampir sama dengan pengalamannya.
         Cover novel ini berwarna serba kemerah-merahan dan bergambar love karena pengarang sangat suka dengan warna tersebut. Menurutnya, warna kemerahan adalah melambangkan kesegaran, dan gambar love melambangkan kecintaan. Yang dimaksud lambang kecintaan ini adalah kecintaan terhadap sahabat.   

            

Selasa, 01 Februari 2011

Sebuah Penantian


Ketika kata tersimpan, yang kuinginkan hanyalah makna. Tak terbesit dalam anganku bongkahan es yang menjelma salju. Aku hanya bisa diam dalam satu kata, terperanjak akan kesalahan yang kian membelalak mata. Kehidupan dimulai dengan senyuman yang kian lebar hingga sampai pada suatu makna… kehidupan itu ada, kebahagiaan itu tersaring indah bak sang raja bunga yang kian terhalang sang mentari indah di luar sana. Hanya waktu yang akan mengakhirimu sang raja diam, hanya pusaran air yang ada disekelilingmu sang raja malam, namun ku tetap terdiam… menunggu kesibukan bahasa yang menghiasi indahnya cakrawala. Apa arti semua kebahagian tanpa senyuman yang dihiasi rupa sang malam..  sampaikanlah kerinduan sang bulan yang mendampingi malam yang terang.. juga sang bintang yang hendak menggeliat di balik rupamu awan. Hanya doa yang bisa ku panjatan untuk kesembuhanmu sang embun yang terus menghiasi paginya yang rupawan. ^_^

Ketika Air Mata Terjatuh

Ketika Air Mata Terjatuh

Saat ku berjalan sambil menoleh kebelakang yang kurasakan hanyalah sakit... Hati ini seakan tersayat ketika ku mengingatnya.. mengingat sesuatu yang sama sekali tak ingin ku ingat. Ketika ku bertanya pada hatiku, yang ku inginkan adalah kembali ke masa lalu.. Merubahnya menjadi sesuatu yang tak ku ragukan lagi.. beberapa tahun lalu aku menginginkannya hadir dalam setiap mimpi indahku.. tapi kini,,, dia telah meninggalkanku untuk selamanya... takkan kurasakan lagi canda tawa yang menghiasi keindahan wajahnya.. sudah hampir 4 tahun kulalui hari-hariku tanpa kehadirannya.. terakhir waktuku yang kulalui bersamanya adalah saat sharing kepadanya tentang akhir dari kehidupan dunia.. yang sempat dikatakannya kepadaku adalah...... semua orang di dunia ini pasti akan merasakan "kehilangan dan kematian".......... terjatuh air mataku ketika mendengar pernyataannya... sungguh... dia seseorang yang ku sayangi dan takkan pernah ku lupakan dalam hidupku..