Part I
Perkenalan diri
Halo, namaku Putriana,
biasanya aku di panggil Ana. Aku anak ke-3 dari 3 bersaudara. Umurku 13 tahun,
dan aku duduk di kelas 8 smp. Mungkin aneh bagi kalian karena aku mengawali
novel ini dengan kata “halo”, tapi inilah kebiasaanku selalu mengawali apapun
dengan kata “halo”.
Ibuku pernah mengatakan “jannganlah
pernah mencontek pada saat ulangan”. “mencontek”??? itu tantangan besar bagiku.
bukannya aku sombong, tapi aku memang tidak pernah mencontek. Bertanya saja
kepada teman aku tidak pernah, apa lagi mencontek. Bertanya kepada teman? Itu
masalahnya. Dari dulu aku selalu di jauhi teman.
Nama
kakak pertamaku adalah Ladyana, dan kakak keduaku adalah Ricky. Umur kami
bertiga hanya beda 2 sampai 3 tahun saja. Aku dan kakak-kakakku beda banget.
Kak Lady yang cantik, berkulit putih, tinggi, berhidung mancung, langsing, dan
perfect banget. Abang Ricky yang ganteng, tinggi, berkulit putih, berhidung
mancung, berbadan bagus, dan perfect banget. Sedangkan aku? Aku, berkulit agak
sawomatang, berhidung agak pesek, dan kurang tinggi, rasanya aku iri banget
sama kakak-kakakku. Aku yang mengambil kulit ayahku, mengambil tinggi dan
hidung dari mamaku. Aku dan kakakku beda jauh banget, kak Lady yang selalu dikerumbunin
anak perempuan, dan bang Ricky yang mempunyai geng yang baik, membuatku iri
terhadap mereka.
Paginya,
saat aku masuk kelas, ada kerumunan anak perempuan yang kayaknya lagi ngomongin
aku.
“kalian tau gak, Ana kemarin bikin ulah lagi.” kata
Vifa musushku di sekolah.
“oh,ya? Bikin ulah apaan?”Tanya salah satu teman
Vifa.
“masa sih lo pada gak tau? Kemarin Ana habis
bertengkar sama kakak kelas kita” kata Vifa
“emang siapa kakak kelas kita yang bertengkar sama
Ana?” Tanya salah satu teman Vifa.
“kak Monic, mereka bertengkar cuma gara-gara hal
sepele” kata Vifa.
Vifa bilang kemarin hal sepele? Yang benar saja.
Kemarin itu, Monic hampir menabrakku dengan mobilnya. Jelas aku marah, karena
itu aku bisa kehilangan nyawaku. Tapi, untungnya saja kemarin bukan hari
kematianku, jadi aku masih selamat.
Saat
bel istirahat, aku ke kantin hanya bersama tubuhku saja. Kulihat banyak sekali
orang yang sedang makan bersama teman-temannya. Uuuhh… rasanya aku iri sekali
melihat mereka. Tiba-tiba ada seseorang yang menyampariku.
“hai, Ana. Lo duduknya sendirian aja, gue duduk
disini ya” ternyata Sinta, huuhh… mengagetkan saja. Untuk apa dia ingin duduk
bersamaku? Apa dia ingin pamer lagi seperti kemarin?
“oh, ya Ana. Papi aku kemarin habis beliin aku jam
baru nih. Bagus gak? Aku sih sebenarnya gak maunbeli jam lagi, soalnya jam aku
yang lain udah banyak banget. Tapi, udah dibeliin, ya mau gimana lagi terpaksa
deh aku pake sekolah” kata Sinta. Tuh kan benar. Dugaanku 100% benar.
“iya bagus kok. Kenapa kamu gak minta beliin HP
baru aja? Merk HP kamu udah ketinggalan jaman, modelnya juga udah gak banget.
Sekarang tuh lagi jamannya HP blackberry, kenapa gak beli itu aja” balasku.
“i..iya, nan...nanti aku mau... minta beiin kok...”jawabnya
dengan nada tertitah titah.
Sebaiknya aku tinggalkan Sinta saja, daripada
nantinya telingaku sendiri yang terbakar karena mendengar dia pamer terus.
Sejujurnya
saja, aku sudah tidak tahan sekolah disini. Rasanya sekolahku adalah nerakaku,
karena disini aku seperti seseorang yang tidak berguna dan terus dipermainkan.
Sepertinya aku harus minta kepada ayahku untuk
pindah sekolah.
Part II
Teman yang menyebalkan
Di depan gerbang
sekolah, ada Vifa and geng.
“sombong banget sih lo, maen nyelonong aja”
katanya.
“jangan di ambil hati vif, namanya juga anak yang
gak tau sopan santun, kayak gini nih sifatnya” kata sisi, salah satu anggota
gengnya.
“dasar anak gak tau diri, disini ada kakak
kelasnya. Bukannya kasih salam gitu, ini malah maen nyelonong” kata kakak
kelasku yang salah satu anak di geng nya vifa.
Rasanya aku pengen meledak, aku langsung nyamperin
mereka.
“hai teman-temanku, yang sangat aku benci. Dan hai
juga kakak kelasku yang sok jadi kakak kelas. Puaskan aku kasih sapa dan salam.
Lagian bilang aja kalo mau di kasih sapa dan salam dari gue, gak perlu
ngata-ngatain gue kayak gitu. Lagipula, untuk apa gue ngasih sapa dan salam
sama orang yang gak pernah ngehargain orang lain? ” balasku dengan nada sedikit
mengejek.
“heh, lo jadi anak belagu banget sih” kata vifa
sambil mendorong ku.
“heh, emang lo pikir lo siapa, bisa seenaknya sama
gue. Lo piker gue takut sama lo?”balas ku sambil mendorongnya juga dengan nada
lebih keras darinya. Tiba-tiba ada yang menarik ku dari belakang. Ternyata kak
Lady.
“hei, sudah. Jangan bikin malu dirimu sendiri”
bisik kak Lady, sambil membawaku ke mobil.
“mengapa kak Lady yang menjemputku? Bukannya kak Lady
sedang kuliah? Lalu, kemana ayah? Mengapa ayah tidak menjemputku?”
“sudah bikin malu, masih sempatnya kau bertanya
seperti itu? Kalau kau tidak mau aku jemput, turunlah dari mobilku” jawab kak Lady
dengan nada sedikit marah. Akhirnya aku diam
sampai kami tiba di rumah.
Setiba
di rumah, kak Lady langsung mengadukan kejadian tadi disekolah.
“mama, tadi Ana disekolah bertengkar tuh” adu kak Lady.
“bertengkar? Kayak anak kecil saja” ejek bang Ricky.
“sudah, mengapa kamu bertengkar Ana? Bertengkar
dengan siapa? Kamu tau kan bertengkar itu tidak baik?” nasihat mama.
“iya, ma. Tadi temanku mengejekku” bela ku.
“siapa yang mengejekmu?” Tanya mama.
“Vifa dan teman-temannya, ma. Tadi dia mengejekku
kalau aku adalah anak yang gak tau sopan santun, padahal mama kan sering
mengajariku tentang sopan santun, dan....”
“sudah Ana, kalau mereka mengejekmu terus jangan di
dengar. Anggap saja angin lalu” potong mama.
Huh. Mana bisa aku menganggap itu angin
lalu. Setiap hari mereka mengatakan itu terus padaku. Menyebalkan. Gara-gara
mereka mengatakan itu terus padaku, sekarang tidak ada sama sekali teman yang
mau berteman denganku. Sepertinya aku harus meminta kepada ayah dan mama kalau
aku harus pindah sekolah.
Setelah
makan malam, kak lady dan bang ricky ke atas, mama dan ayah sedang diruang
keluarga, aku mendekati mereka.
“mama, ayah. Ana ingin pindah sekolah. Apa mama dan
ayah mengijinkan Ana pindah sekolah?” pintaku
“pindah sekolah? Untuk apa kamu pindah sekolah,
Ana?”Tanya mama
“iya, Ana. Mengapa tiba-tiba kamu ingin pindah
sekolah, sayang?”Tanya ayah
“di sekolah, banyak teman-temanku yang meledekku.
Mereka terus membenciku, sampai-sampai disekolah aku selalu sendiri, tidak
punya teman” aduku
“kalau begitu, kamu bisakan maju sendirian meskipun
tanpa teman? Buktikanlah kepada mereka, kalau kamu bisa tanpa mereka.
Buktikanlah kepada mereka, Ana!!!” kata ayah sambil menyemangatiku.
“tapi yah…ana gak tahan kalau terus diledek kayak
gitu, apalagi sama teman-temanku. ana gak tahan yah… ana janj yah kalau ana
pindah sekolah, ana akan ngebanggain ayah sama mama. Ana janji yah… please
yah… ” pintaku
“benar ana kamu ingin pindah sekolah? Apa kamu
yakin?”Tanya mama
“iya, ma. Ana janji dan ana benar-benar ingin
pindah sekolah.”jawabku sambil mengacungkan dua jariku
“sudahlah yah, turuti saja yang menurut ana benar
yah. Kasihan ana, apa ayah tega kalau anak kita diejek terus sama temannya?”
Tanya mama kepada ayah
“baiklah, ana. Sudah ayah putuskan, kalau kamu
pindah sekolah. Besok ayah akan mengurus semuanya disekolahmu. Ayah akan
pindahkan kamu kesekolah dulu kak lady bersekolah”jawab ayah
“benarkah yah? Yeeessss…..!terima kasih ya yah,
ayahku memang baik! Ucapku
“kalau sama mama mana…?” pinta mama
“iya, ma. Mama juga baik terima kasih ya ma…!”
“ya sudah, sekarang kamu solat isya dulu sana”pinta
mama
“iya ma….”
Part III
Sekolah baru
Huh! Akhirnya aku pindah sekolah juga
dan terbebas juga dari viva and geng. Ini adalah hari pertama ku masuk sekolah
baru. Aku sangat berharap, mudah-mudahan disekolah baruku ini aku dapat teman
yang mengasikkan dan dapat dijadikan sahabat. Langkah demi langkah aku memasuki
kelas baruku. Deg-degan jantungku. Duh aku harus duduk dimana nih. Mmm… disitu
ada bangku kosong, ya… meskipun ada di belakang yang penting aku duduk.
Disekolah
lama banyak teman yang gak suka sama aku, tapi disini gak ada yang aku kenal. Sabar
ana kamu kan anak baru, jelas gak ada yang kamu kenal.
“hai! Kamu anak baru ya?”
“eehh… Mmm… iya” huh ia mengagetkanku
“nama aku Feliana. Aku temen sebangkumu” sambil
mengulurkan tangannya kearahku
“namaku Putriana, panggil aja aku Ana”
“eh, nama kita hampir sama ya” kata feli
“apa yang sama?”tanyaku
“iihh.. masa kamu gak nyadar sih. Nama aku kan
feliana, nama kamu putriana, belakangnya sama-sama ana, beda feli sama putrinya
aja”jelasnya
“maaf ya, aku gak nyadar. Kamu duduk disini
sendirian?”
“iya, sebelum ada kamu aku duduk sendirian. Kalo
aku boleh Tanya, kamu kok bisa pindah sekolah sih, emang sekolah kamu yang lama
kenapa?”
“mm… sebenarnya….”
Lalu aku menjelaskannya mengapa aku bisa pindah
sekolah.
“oohh.. jadi begitu kenapa kamu pindah sekolah.
Kasihan banget ya kamu, tapi kamu bener gak nyebelin kan?” ternyata feli ragu
tarhadapku.
“apa kamu mau kayak musuh ku juga?”
“eh.. enggak aku gak mau jadi musuh kamu. Lalu
kenapa mereka ngatain kamu anak nyebelin kalo tanpa sebab? Pasti ada sebabnya
kan?”
“ jadi sebenarnya tuh aku punya abang cowok,
namanya ricky. Bang ricky itu dulu disekolahku terkenal banget dan banyak
dikejar-kejar sama anak-anak cewek. Tapi banyak banget cewek-cewek yang ditolak
bang ricky. Dan mereka ngelampiasin kemarahannya sama aku. Dari awal aku masuk
sekolah aku jadi mangsa kakak-kakak kelasku, tapi untungnya aja pas aku baru
masuk sekolah bang ricky belum lulus sekolah, jadi aku masih dilindungin sama
bang ricky. Sekarang bang ricky udah lulus sekolah, dan saatnya mereka terusin
kemarahannya sama aku” jelasku panjang lebar. Ternyata dia hanya mengangguk.
Part IV
Sahabat baruku
Tiba-tiba bel sekolah
bunyi. Aku baru dapat satu teman, sabar ana ini kan baru setengah jam, jadi
wajar kan belum dapat banyak teman. Baru selesai bel gurunya langsung masuk?
Tidak kusangaka gurunya cepat sekali datangnya, di sekolahku dulu gurunya akan
masuk setelah dua puluh menit bel.
“ini guru matematika, namanya bu yanti. Meskipun
dia agak galak, tapi tiap pelajaran yang di ajarin sama dia tuh selalu masuk
keotak”jelas feli
“ia aku suka kok sama guru yang galak, menurut aku,
guru yang galak itu sebenarnya baik, dia pengen anak muridnya disiplin, asal
galaknya gak berlebihan aja”
Sebenarnya aku suka banget sama pelajaran matematika.
“anak-anak kita sekarang belajar bab baru, yaitu
bab tentang system persamaan linier dua variable. Keluarkan buku kalian masing-masing”pinta
bu yanti.
Hah!
Baru belajar sampai situ? Disekolahku dulu sudah sampai lingkaran, benar-benar
tertinggal. Bu yanti menyuruh mengerjakan u.k 1 setelah dia menerangkan,
bukannya aku sombong, tanpa diterangkan aku sudah bisa mengerjakan soal itu
karena aku pernah mengerjakannya. Hanya lima menit aku sudah selesai
mengerjakannya, lalu aku duluan yang mengumpulkannya ke depan.
“saya baru pertama kali melihat kamu, kamu murid
baru ya?”Tanya bu yanti
“iya bu, nama saya putriana”
“kamu sudah selesai?”
“sudah bu, ini hasil kerja saya”
Setelah bu yanti mengoreksi hasil pekerjaanku….
“kamu yang pertama mengumpulkan soal ini dan kamu
mendapatkan nilai yang sempurna. Apa ini mudah untukmu? Kamu hanya mengerjakan
lima menit lho”
“tidak terlalu mudah bu. Sekolah lama saya sudah
pernah menjelaskan bab ini dan pernah menyuruh mengerjakan soal yang
sama”jelasku
“pantas saja, kalau begitu kerjakan u.k 2”
“iya bu”
Bel
istirahatpun berbunyi. Aku kekantin bersama feli dan teman-teman feli.
Dikantin, kami berkenalan, senangnya hatiku karena sudah mendapatkan kenalan
teman.
“feli, ini teman baru kita, ya?” Tanya salah satu
teman feli. Felipun mengangguk.
“hai! Nama aku anisa, kita tahu kok nama kamu
putriana, dipanggil anakan?”tanyanya. akupun mengangguk.
“anisa jago Pkn yang susah banget lho”kata feli
“aku angel”
“angel jago bahasa inggris lho”kata feli
“aku devi”
“kalo devi jago ips”kata feli
“aku Kristie”
“Kristie jago ipa” kata feli
“kamu tahu gak ana, feli itu jago bahasa Indonesia
lho, nilai bahasa indonesianya aja bagus” kata devi
“apaan sih muji banget deh” kata feli
“kayaknya kita punya keahlian masing-masing deh.
Ana jago matematika, anisa jago Pkn, angel jago bahasa inggris, devi jago ips, aku
jago ipa, dan feli jago bahasa Indonesia. Pas bangetkan, jadi kita bisa berbagi
ilmu”kata kristie
“tapi aku kan anak baru emang kalian mau masukin
aku ke geng kalian?”Tanya ku
“geng? Kita aja gak pernah kepikiran buat bikin
geng” kata angel
“tapi bener juga kata ana. Kita bikin geng aja,
gimana?”kata angel
“duh, aku gak mau ikut campur deh. Aku kan anak
baru, aku baru aja satu hari sekolah, emang kalian gak takut kalo ternyata aku
orangnya nyebelin?”kata ku
“jujur aja ya an, aku sebelumnya gak pernah ngerasa
nyaman dekat sama orang yang gak pernah aku kenal kecuali teman dekat aku”kata
angel
“iya, aku juga ngerasain yang sama kayak angel.
menurut aku, sebenarnya kamu tuh teman yang baik, yang pantas dijadiin
sahabat”kata feli
“jadi please ya, kamu mau kan gabung di geng kita?
Kita tahu kok kamu gak akan ngehianatin sahabatnya sendiri. Aku ngeliat kamu
kayak ngeliat seorang sahabat sejati. Mau ya masuk ke geng kita?”pinta devi
“sebenarnya aku pindah sekolah buat nyari sahabat,
soalnya disekolahku dulu gak ada yang mau jadi teman aku.”kata ku
“kita udah dengar kok cerita kamu, sewaktu kamu
cerita sama feli, kita denger semuanya. Maaf ya kalo kita nguping”kata anisa
“ya udah, kalo gitu aku mau kok masuk ke geng
kalian, malahan mau banget.”kata ku
“kalo gitu kita kasih nama geng kita apa?”Tanya
anisa
“gimana kalo “BFF”?”usul ku
“apaan tuh “BFF”?”Tanya devi
“BFF itu Best Friend Forever” jelas ku
“ok…..”jawab semua
“kita perjanjian yuk!”kata angel
“perjanjian apa?”Tanya anisa
“kita bikin perjanjian bahwa kita akan sahabatan
terus sampai maut pisahin kita semua, gimana?”usul angel
“ok…..”jawab semua
“terus gimana kalo kita bikin ciri khas BFF?”Tanya
devi
“ciri khasnya apa?”Tanya feli
“gini “sahabat selamanya…..fighting”, gimana?”Tanya
devi
“ok…..”jawab semua
Menurut aku, disekolah baruku ini adalah kebahagiaan ku. Baru sehari
masuk sekolah saja sudah dapat lima sahabat. Menurutku kelima sahabat ku ini adalah
sahabat terbaik, meskipun aku baru sehari kenal mereka. Dan akhirnya aku punya
geng sendiri yang namanya “BFF” atau Best Friend Forever. Terima kasih Ya
Allah, engkau telah mendengar doaku dan engkau telah mengeluarkan aku dari
penderitaanku selama ini, “Sahabat Selamanya…..Fighting”
-The end-
“Best Friend
Forever”
Sahabat????
Di sekolah
Ana, Ana selalu sendirian dan tidak ada yang mau berteman dengan Ana. Banyak
kakak kelas Ana yang ditolak oleh bang Ricky, tetapi semua kemarahan kakak
kelas tersebut dilampiaskan kepada Ana. Mereka memfitnah Ana bahwa Ana adalah
anak yang rese.
Suatu
hari, saat ayah sedang libur, Ana meminta kepada ayah dan mama untuk
dipindahkan sekolah karena dia tidak tahan selalu diejek oleh teman-temannya.
Novel ini
menceritakan tentang penderitaan seorang siswi disekolah yang selalu sendiri
dan kesepian juga yang selalu diejek habis-habisan oleh teman-teman disekolahnya.
“Best
Friend Forever”
Sahabat????
Dikarang oleh : HAMIDAH
Tentang pengarang
Hamidah lahir di Jakarta, 9 november
1998. Karena ia sangat suka membaca noval, maka ia terinspirasi untuk
menciptakan novel. Novel yang berjudul “Sahabat????” ini adalah novel
pertamanya, meskipun jumlah halamannya sangat sedikit. Kini Hamidah masih duduk
di kelas 8 SMP. Novel ini hampir sama dengan pengalamannya.
Cover novel ini berwarna serba
kemerah-merahan dan bergambar love karena pengarang sangat suka dengan warna
tersebut. Menurutnya, warna kemerahan adalah melambangkan kesegaran, dan gambar
love melambangkan kecintaan. Yang dimaksud lambang kecintaan ini adalah
kecintaan terhadap sahabat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar