Hijaumu yang Hilang
Alamku, kemana karismamu saat ini?? Alamku apa yang dapat ku perbuat untuk mengembalikan semua yang layak untukmu. Lingkungan dapat dikatakan sebagai suatu hal yang sangat dekat dengan urat nadi manusia. Lingkungan lebih dekat daripada hiruk pikuk hembusan angin senja. Hari ini, detik ini, dan menit ini, apa yang sekarang terjadi padanya??? Apa derita yang sedang dihadapinya?? Hanya kotoran, polusi, dan kesemerautan yang menimpamu saat ini. Hijaunya pepohonan, kini telah tergantikan dengan mewahnya gedung pencakar langit yang menggeser daerah resapanmu. Kini kau sangat menderita, Ya menderita karena keegoisan kami para manusia.
Beberapa puluh tahun yang lalu, ketika lautanmu masih sebersih mutiara, wajahmu masih sehijau khatulistiwa, kau sangat indah merona tetapi saat ini wajahmu telah bercampur dengan kesemerautan kota akibat kegelapan tingkah laku manusia. Lahan yang tak berdosa telah menjadi korban kebusukan sikap para manusia yang tidak bertanggung jawab. Salah satu contoh adalah kabupaten Biak Numfor yang ada di propinsi Papua. Pulau nan indah ini terletak di utara daratan Papua. Wilayah kabupaten yang berpenduduk 100 ribu jiwa lebih ini tersebar di 10 distrik, dengan luas total 2 ribu km persegi. Pada awalnya sekitar 92% lahan yang ada berupa hutan lebat tetapi sekarang, apa yang terjadi??? Lahan hutan tak berdosa disihir menjadi perumahan dan penginapan yang bernilai ekonomis tinggi. Semua itu terjadi karena keserakahan kami para manusia. Sebagai salah satu fakta, Dinas Kehutanan mencatat seluas 17 ribu hektar lebih di Biak Numfor berubah menjadi lahan kritis dan tidak produktif. Dua tahun kemudian, luas lahan kritis itu meningkat 300%, menjadi 60 ribu hektar lebih. Sekali lagi itu semua karena ulah kami para manusia yang membuangmu tidak berguna. Wahai manusia, sadarkah kalian dengan perbuatan yang merusak alam tak berdosa ini. Bahkan, hijau alam ini sama sekali tidak bersalah terhadap hidup kalian tetapi kalian malah merusaknya dengan bermacam-macam kegiatan yang hanya mengutamakan keegoisan sesaat.
Wahai manusia, peliharalah alam tak berdosa ini yang menjadi nafas dan urat nadi hidupmu, baik sekarang maupun beratus-ratus tahun yang akan datang. Bangunlah kesadaran dirimu untuk memelihara alam tak berdosa ini karena alam ini bukan warisan dari nenek moyang kita melainkan titipan dari anak cucu kita.
Potret wajahmu saat ini
Potret wajahmu berpuluh tahun lalu




O-zone ku menganga
BalasHapusDengarkan ia merintih
dengarkan ia menangis
asa yang terluka oleh
gejolak insan semesta
Camkan ia berkisah
selamilah dalam pintanya
retak tempatku berpijak
tertusuk panas sembilu
Terkuras habis keringat negeri
oleh panas suasana
tatkala langit kan binasa
karena tiada atap menghalang
Tiyo Widodo
lombanya apa dikirim via pos juga?
BalasHapuskayanya cuma di publish di blog kita doang deh...
BalasHapus